Nagomi Suites: Taman Bertingkat di Hunian Servis Jakarta

Fasad Nagomi Suites di Jakarta Selatan dengan taman pada setiap tingkat
Lapisan taman menjadi bagian dari susunan fasad Nagomi Suites. Image: Mario Wibowo, melalui situs Wiyoga Nurdiansyah

Nagomi Suites karya Wiyoga Nurdiansyah di Jakarta Selatan memperlihatkan cara memasukkan taman ke dalam bangunan hunian servis bertingkat. Proyek seluas 3.876 meter persegi ini terdiri atas enam lantai dan 40 suite. Gagasan utamanya berangkat dari kedekatan dengan Taman Ayodya: ruang hijau di lingkungan sekitar diteruskan sebagai lapisan taman pada bangunan, sehingga hubungan dengan vegetasi tidak berhenti pada halaman di permukaan tanah.

Taman menjadi bagian dari susunan bangunan

Taman bertingkat dan balkon Nagomi Suites dilihat dari atas
Taman disusun vertikal untuk mempertemukan unit dengan ruang hijau. Image: Mario Wibowo, melalui situs Wiyoga Nurdiansyah

Situs resmi arsitek menyebut jarak proyek sekitar 200 meter dari Taman Ayodya. Kedekatan tersebut diterjemahkan menjadi konsep kesinambungan ruang hijau. Pada bangunan, taman ditempatkan secara vertikal di setiap tingkat agar unit-unit memiliki pandangan ke taman privat. Dengan demikian, vegetasi ikut mengatur hubungan antara kamar, bagian luar, dan tampilan bangunan dari jalan.

Foto fasad memperlihatkan garis lantai yang tegas dengan tanaman di antara bidang beton dan bukaan. Taman tidak hadir sebagai satu bidang besar yang terpisah dari unit. Susunannya berulang mengikuti tingkat bangunan. Secara visual, pengulangan itu membuat skala bangunan terbaca melalui lapisan-lapisan ruang luar yang lebih kecil.

Pendekatan ini menarik untuk dibaca sebagai pengaturan kedekatan, bukan sekadar jumlah tanaman. Penghuni mendapat hubungan langsung dengan ruang hijau pada tingkatnya sendiri. Namun, dokumentasi proyek tidak menyediakan pengukuran penurunan suhu atau konsumsi energi, sehingga manfaat termal tidak dapat dinyatakan sebagai angka kinerja yang telah dibuktikan.

Suite menggabungkan kebutuhan tinggal sehari-hari

Unit suite dengan pantry dan taman di luar bukaan
Unit suite menggabungkan ruang tinggal, pantry, dan hubungan ke taman. Image: Mario Wibowo, melalui situs Wiyoga Nurdiansyah

Setiap suite memiliki luas 40,5 meter persegi. Programnya mencakup pantry privat, area makan, kamar mandi dengan bathtub, serta taman privat. Susunan tersebut menempatkan fasilitas tinggal sehari-hari dalam satu unit, sesuai karakter akomodasi dengan layanan lengkap yang dijelaskan oleh arsiteknya.

Pada foto interior, perabot makan, ruang duduk, dan bukaan ke vegetasi dapat dibaca dalam hubungan yang dekat. Hal ini memberi konteks pada ukuran unit: ruang bukan hanya tempat tidur, melainkan tempat untuk makan dan beristirahat. Pembahasan tersebut tetap merupakan pembacaan rancangan berdasarkan dokumentasi, bukan pengalaman menginap atau penilaian layanan hotel.

Lantai teratas digunakan sebagai penthouse dengan satu kamar tidur utama, satu kamar tidur tambahan, ruang keluarga, ruang makan, serta teras taman atap yang luas. Perbedaan program ini menunjukkan bahwa tingkat teratas tidak sekadar mengulang unit di bawahnya. Ruang luar di atap menjadi bagian dari organisasi hunian pada lantai tersebut.

Menghadap barat dengan lapisan peneduh

Ruang bersama Nagomi Suites dengan beton ekspos dan plafon kayu
Beton ekspos dan kayu membentuk karakter ruang dalam. Image: Mario Wibowo, melalui situs Wiyoga Nurdiansyah

Fasad bangunan menghadap barat. Dalam penjelasan arsitek, orientasi tersebut berkaitan dengan paparan matahari sore yang kuat pada wilayah tropis. Balkon pada unit tingkat atas digunakan sebagai peneduh matahari. Strategi ini mempertemukan kebutuhan ruang luar dengan perlindungan bukaan pada sisi bangunan yang menerima paparan tersebut.

Koridor memanfaatkan ventilasi silang alami melalui blok ventilasi pada fasad utara dan timur. Informasi ini berlaku untuk koridor yang disebut dalam uraian proyek; tidak berarti seluruh kamar beroperasi tanpa pendingin udara. Memisahkan area sirkulasi dari unit hunian membantu pembaca memahami bagian bangunan yang menjadi sasaran strategi ventilasi.

Pertanyaan serupa tentang hubungan ruang hijau, pergerakan, dan privasi juga muncul pada Banjar House karya Wiyoga Nurdiansyah. Skala dan program keduanya berbeda, tetapi keduanya memberi bahan untuk membaca ruang peralihan sebagai unsur aktif dalam susunan bangunan.

Kontur tapak dan material memberi kerangka ruang

Ruang tidur Nagomi Suites dengan area duduk di dekat taman
Ruang dalam dibaca bersama lapisan teras dan vegetasi di luarnya. Image: Mario Wibowo, melalui situs Wiyoga Nurdiansyah

Kondisi awal tapak berada lebih rendah daripada jalan utama. Perbedaan ketinggian itu dimanfaatkan sebagai zona parkir basement, dengan pekerjaan pengurukan yang lebih sedikit menurut uraian arsitek. Basement juga menampung ruang servis bangunan. Satu tingkat di atasnya berfungsi sebagai lobi utama, berdampingan dengan area kantor pengelola dan area komersial.

Material penyelesaian utama adalah beton ekspos dan kayu bengkirai. Foto memperlihatkan hubungan antara bidang beton, lapisan kayu, dan vegetasi. Kombinasi tersebut memberi karakter pada ruang, sementara pembagian fungsi pada bagian bawah bangunan membantu memisahkan kebutuhan layanan dan kedatangan dari tingkat hunian.

Pelajaran yang dapat diambil bukan menyalin taman bertingkat tanpa mempertimbangkan tapak. Orientasi, hubungan terhadap jalan, kebutuhan pengelolaan, dan kedekatan taman dengan unit perlu dibaca bersama. Dokumentasi ini tidak merinci sistem irigasi, beban struktur taman, atau biaya pemeliharaan; aspek-aspek tersebut tetap membutuhkan kajian tersendiri jika gagasan serupa diterapkan pada proyek lain.

Nagomi Suites tercatat sebagai proyek tahun 2019 dan bukan pembukaan baru. Penjelasan program, orientasi, ventilasi koridor, dan material dapat ditelusuri melalui halaman resmi Wiyoga Nurdiansyah. Lokasinya berada di Jakarta Selatan, dekat Taman Ayodya; peta berikut menunjukkan kawasan sekitar sebagai rujukan umum, bukan titik bangunan hasil pengukuran.

Lokasi: kawasan sekitar Taman Ayodya, Jakarta Selatan (perkiraan).
Data proyek Keterangan
Lokasi Jakarta Selatan, Indonesia; dekat Taman Ayodya
Arsitek Wiyoga Nurdiansyah
Tahun 2019
Luas 3.876 m²
Program Hunian servis; 40 suite dan penthouse
Material utama Beton ekspos, kayu bengkirai
Kredit foto Mario Wibowo; situs resmi Wiyoga Nurdiansyah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses