Split Mass Residence: Rumah Hook dengan Sirkulasi Berlapis

Foto udara Split Mass Residence dengan kolam renang dan atap hijau
Susunan atap dan ruang terbuka menjadi bagian dari jalur aktivitas penghuni. Image: Mario Wibowo, via v2com

Split Mass Residence di kawasan BSD, Tangerang Selatan, menempatkan pergerakan penghuni sebagai dasar penyusunan rumah. Karya K-Thengono Design Studio ini mengolah kondisi lahan hook melalui massa bawah berbentuk L, volume atas yang dipecah, serta rangkaian ruang terbuka hingga atap. Situs arsitek mencatat proyek selesai pada 2026 dengan ukuran 712 m². Gagasan utamanya dapat dibaca melalui hubungan antara privasi, cahaya, dan kegiatan sehari-hari di berbagai ketinggian.

Location: Kawasan BSD, Tangerang Selatan, Banten. Peta kawasan, bukan alamat pasti rumah.

Menata privasi pada lahan hook

Denah lantai dasar Split Mass Residence pada lahan sudut
Denah lantai dasar memperlihatkan hubungan ruang dalam, halaman, dan bentuk lahan hook. Image: K-Thengono Design Studio, via v2com

Posisi sudut memberi rumah peluang untuk menghadap lebih dari satu sisi jalan. Di proyek ini, keterbukaan tersebut diimbangi dengan orientasi ke ruang luar yang lebih terlindung. Massa berbentuk L pada lantai dasar mengikuti sisi depan dan samping lahan, lalu membentuk area luar yang lebih tenang di belakang. Halaman menjadi bagian dari arah pandang ruang bersama.

Susunan itu membuat batas antara area publik dan kehidupan domestik terbaca secara bertahap. Penghuni tetap dapat memperoleh hubungan dengan taman tanpa harus membuka seluruh kegiatan rumah ke jalan. Volume atas yang lebih besar menampung bagian program yang lebih privat. Denah lantai dasar membantu menjelaskan bagaimana bentuk bangunan bekerja bersama ruang kosong, sehingga halaman memiliki peran sejak awal perancangan.

Selasar dan tangga menjadi ruang

Tangga Split Mass Residence di balik panel anyaman dan rangka hitam
Sirkulasi di tepi bangunan mendapat lapisan penyaring cahaya dari panel anyaman. Image: Finbarr Fallon, via v2com

Massa atas mengalami dua gerakan yang berbeda: pada bagian depan, volumenya ditarik ke bawah untuk menghubungkan lantai dasar dengan tingkat atas; pada bagian belakang, volumenya diangkat. Perubahan ini membentuk pengalaman bergerak yang tidak selalu mengikuti koridor lurus. Tangga dan jalur di tepi rumah ikut mengatur pergantian suasana antara bagian terbuka, ruang yang tersaring, dan interior.

Di lantai atas, sirkulasi juga diolah menjadi teater dalam ruang untuk menonton film. Ruang tersebut tersambung dengan kolam renang pada tingkat atap. Jalur pergerakan, dengan demikian, dapat sekaligus menampung aktivitas. Pemanfaatan ini menarik karena area penghubung mempunyai alasan untuk dihuni, sehingga perjalanan antarruang menjadi bagian dari kegiatan rumah itu sendiri.

Dari gambar potongannya, urutan ruang dapat dibaca bersama perubahan tinggi bangunan. Pendekatan semacam ini mengajak pembaca melihat denah dan potongan secara bersamaan. Denah menunjukkan posisi ruang pada satu lantai, sedangkan potongan memperlihatkan hubungan vertikalnya. Keduanya membantu memahami mengapa sebuah tangga atau selasar diletakkan di titik tertentu dalam keseluruhan susunan rumah.

Lapisan fasad untuk cahaya dan udara

Fasad sudut Split Mass Residence dengan panel anyaman berwarna cokelat
Sudut membulat menyatukan massa atas berpanel anyaman dengan dasar bangunan bertekstur. Image: Finbarr Fallon, via v2com

Jalur sirkulasi di tepi bangunan dibungkus panel anyaman yang dapat dioperasikan. Materialnya disebut sebagai anyaman rotan berbahan PET daur ulang dalam penjelasan arsitek. Panel ini menjadi lapisan penyaring di antara ruang dalam dan lingkungan luar: udara tetap dapat lewat, sementara cahaya dan pandangan memperoleh tingkat penyaringan yang dapat disesuaikan dengan kondisi sepanjang hari.

Arsitek mengaitkan susunan tersebut dengan ventilasi silang dan masuknya cahaya lebih jauh ke dalam rumah. Halaman serta lapisan fasad bekerja sebagai bagian dari strategi ruang. Hubungan antara bukaan dan ruang luar ini juga dapat dibandingkan dengan pembahasan halaman dalam dan roster pada Casa Akina. Masing-masing memakai perangkat berbeda untuk mempertemukan kebutuhan privasi dengan keterbukaan terhadap lingkungan.

Atap yang ikut dipakai sehari-hari

Diagram potongan Split Mass Residence yang memperlihatkan teater, kolam, dan atap hijau
Diagram potongan menjelaskan hubungan antartingkat dan kegiatan pada bagian atap. Image: K-Thengono Design Studio, via v2com

Rangkaian aktivitas berlanjut dari area tinggal atas menuju kolam, lalu naik lagi ke tempat yoga di bagian tertinggi. Atap hijau melengkapi susunan ini. Alih-alih berhenti sebagai bentuk yang dilihat dari luar, bagian atas bangunan ikut menjadi tempat berkegiatan dan menikmati ruang terbuka. Foto udara memperlihatkan bagaimana tanaman dan permukaan yang dapat digunakan tersusun mengikuti perubahan massa.

Karakter permukaan juga berubah menurut bagiannya. Lantai dasar menggunakan beton bertekstur bambu, sementara sudut massa dibuat membulat untuk merespons geometri lahan. Pada bagian atas, bidang anyaman memberi pembacaan yang lebih ringan dan berpori. Perbedaan tersebut membantu menguraikan bangunan yang cukup kompleks menjadi beberapa lapisan yang masih dapat dikenali dari jalan maupun dari ruang luar rumah.

Pelajaran dari rumah ini terletak pada keterkaitan sirkulasi, ruang terbuka, dan lapisan privasi. Penerapannya pada rumah lain tetap perlu mengikuti ukuran lahan serta kebutuhan penghuni masing-masing. Melalui Split Mass Residence, K-Thengono Design Studio menunjukkan bagaimana denah dan potongan dapat dikembangkan bersama, sehingga pergerakan antartingkat, ruang bersama, dan kegiatan di atap membentuk satu pengalaman tinggal yang saling terhubung.

Data proyek Keterangan
Proyek Split Mass Residence
Lokasi BSD, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia
Arsitek K-Thengono Design Studio; lead architect Kelvin Thengono
Tahun / status 2026 / selesai, menurut situs arsitek
Luas proyek 712 m², sesuai label size pada situs arsitek
Program Rumah tinggal; ruang bersama, teater, kolam renang, area yoga dan atap hijau
Material utama yang dijelaskan Beton bertekstur bambu; panel anyaman PET daur ulang
Fotografi dalam artikel Mario Wibowo dan Finbarr Fallon, via v2com
Denah dan diagram K-Thengono Design Studio, via v2com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses