Houseofhansan: Rumah Putih Mungil di Bantul yang Mengikuti Kontur Tanah

Fasad putih Houseofhansan di Bantul, Yogyakarta
Fasad putih Houseofhansan dengan carport di tengah pepohonan. Foto: Hikmatyar Aziz Architects

Houseofhansan adalah rumah keluarga di Bantul, Yogyakarta, karya Hikmatyar Aziz Architects yang selesai pada 2026. Dibangun di atas lahan 131 m2 dengan luas bangunan 125 m2, rumah ini berdiri di tengah pekarangan yang penuh pepohonan dan memanfaatkan kontur tanah yang cukup ekstrem sebagai bagian dari desain.

Alih-alih meratakan lahan, arsitek membiarkan perbedaan tinggi tanah membentuk ruang. Hasilnya adalah hunian kecil dengan pengalaman ruang yang berlapis. Menurut Arsitag, kisaran biaya proyek ini adalah Rp751 juta hingga Rp1 miliar.

Fasad Putih di Tengah Kebun

Houseofhansan di Bantul pada malam hari
Pada malam hari, fasad rumah menyala di antara pepohonan. Foto: Hikmatyar Aziz Architects

Rumah ini sengaja dibuat kontras dengan lingkungan sekitarnya. Fasad putih yang tenang berfungsi sebagai kanvas netral bagi cahaya matahari dan bayangan dedaunan, sehingga muka rumah terlihat seperti lukisan alam yang berubah sepanjang hari.

Saat malam tiba, bidang fasad menyala oleh cahaya lampu dan berubah menjadi penanda yang terlihat jelas di antara pepohonan. Bentuk atap bergaya pelana yang berderet membuat siluet rumah mudah dikenali, baik pada siang maupun malam hari.

Dengan luas bangunan hanya 125 m2, rumah ini mengandalkan olah massa dan bayangan, bukan ornamen berlebihan. Carport di sisi depan menjadi bagian dari komposisi fasad, sementara volume putih di atasnya memberi kesan ringan di tengah kebun yang rimbun.

Mengikuti Kontur Tanah

Sunken living room di Houseofhansan
Sunken living room mengikuti perbedaan level tanah. Foto: Hikmatyar Aziz Architects

Tantangan utama proyek ini adalah topografi lahan. Perbedaan level tanah dimanfaatkan untuk menciptakan sunken living room di bagian dalam rumah dan halaman belakang yang bertingkat. Siapa pun yang masuk diajak merasakan perjalanan naik dan turun, dengan setiap ruang memiliki suasana dan urutan cerita yang berbeda.

Ruang keluarga yang lebih rendah terasa akrab dan teduh, dengan sofa hijau, lantai kayu pada anak tangga, dan dinding beton ekspos sebagai latar. Perbedaan level ini juga membentuk pengalaman ruang mezzanine di dalam rumah.

Cahaya dan Udara Alami

Koridor lantai dua Houseofhansan dengan glass block
Koridor dengan dinding putih dan cahaya alami. Foto: Hikmatyar Aziz Architects

Sejak tahap awal, posisi dan proporsi bukaan direncanakan agar cahaya siang dan ventilasi silang bekerja maksimal. Pendekatan ini meningkatkan kenyamanan termal tanpa terlalu bergantung pada lampu dan pendingin ruangan, yang cocok untuk iklim tropis Yogyakarta.

Lantai dua dikhususkan sebagai zona privat yang terhubung oleh mini library di tengahnya. Koridor dengan dinding putih dan pagar tangga putih membiarkan cahaya mengalir dari lantai ke lantai.

Ventilasi silang bekerja dengan menempatkan bukaan di sisi yang berseberangan, sehingga udara bergerak melewati ruangan. Pada rumah kecil, strategi ini sangat membantu karena jarak antarbukaan pendek dan aliran udara mudah terbentuk. Cahaya alami yang cukup juga mengurangi kebutuhan lampu pada siang hari, sehingga tagihan listrik lebih ringan.

Tangga dan Halaman Belakang

Tangga dan halaman belakang Houseofhansan
Tangga bertingkat menghubungkan teras dan halaman belakang. Foto: Hikmatyar Aziz Architects

Tangga bertingkat menghubungkan teras, halaman belakang dan area dalam rumah, dengan jendela horizontal sempit yang memasukkan cahaya tanpa mengorbankan privasi. Rumput hijau di sisi tangga menegaskan hubungan rumah dengan kebun di sekelilingnya.

Ada beberapa pelajaran praktis bagi pemilik lahan berkontur. Pertama, ukur dan baca kontur sebelum menggambar denah, karena beda tinggi bisa menjadi ruang tambahan seperti sunken living room atau teras bertingkat. Kedua, rencanakan bukaan sejak awal agar rumah tetap sejuk. Ketiga, jaga tanaman yang sudah ada, karena bayangan daun memberi tekstur gratis pada dinding putih.

Rumah seperti ini menunjukkan bahwa lahan sempit dan berkontur tidak harus menjadi masalah. Dengan pendekatan yang tepat, kontur bisa menjadi sumber ruang. Untuk contoh rumah bata dengan atap pelana, baca juga Atlas House karya Studio VAARO. Lewat Houseofhansan, Hikmatyar Aziz Architects memperlihatkan bagaimana rumah tropis bisa dirancang dari kontur, cahaya dan bayangan pepohonan.

Lokasi: Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (area umum). Peta: Google Maps
Fakta proyek Houseofhansan
Lokasi Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Arsitek Hikmatyar Aziz Architects
Jenis bangunan Rumah tinggal (residensial)
Luas lahan 131 m2
Luas bangunan 125 m2
Tahun 2026 (terbangun)
Kisaran biaya Rp751 juta – Rp1 miliar (menurut Arsitag)
Fitur utama Sunken living room, halaman belakang bertingkat, mini library
Sumber gambar Hikmatyar Aziz Architects

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses