
EL House karya Wahana Architects di Jakarta dirancang untuk mempertemukan keluarga besar, sahabat, dan rekan dalam satu rumah. Dengan luas bangunan 1.158 m² di lahan 730 m², proyek ini menjadikan ruang tinggal dan ruang makan sebagai pusat kegiatan bersama. Pembagian dua massa, kolam memanjang, serta lapisan fasad memberi kerangka untuk membaca hubungan antara keterbukaan, peralihan ruang, dan kebutuhan kehidupan domestik.
Ruang bersama menjadi pusat kegiatan

Gagasan utama rumah ini berangkat dari kegiatan berkumpul lintas generasi. Wahana Architects menempatkan area tinggal dan makan yang luas sebagai inti susunan ruang. Dari pusat tersebut, bagian rumah lainnya membentuk hubungan yang mendukung pertemuan dalam kelompok kecil maupun acara dengan lebih banyak tamu.
Dapur berstandar profesional menjadi bagian dari rancangan itu. Kehadirannya berkaitan dengan persiapan dan penyajian makanan sebagai kegiatan yang menyertai pertemuan. Informasi proyek tidak merinci perangkat dapur, sehingga pembahasan yang paling relevan adalah hubungannya dengan ruang bersama dan pola pelayanan di dalam rumah.
Dalam membaca rumah dengan fungsi sosial yang kuat, ukuran ruang saja belum menjelaskan pengalaman penghuninya. Posisi tempat duduk, hubungan meja makan dengan dapur, serta jalur orang yang datang dan bergerak di dalam rumah juga perlu dilihat. EL House memberi contoh bagaimana kegiatan tersebut dapat dijadikan titik awal penyusunan program.
Dua massa dipisahkan oleh jeda memanjang

Secara arsitektural, rumah dibagi menjadi dua volume yang ditandai oleh ruang transisi ramping dan memanjang. Kolam refleksi linear menjadi unsur utama pada bagian tersebut. Air menghadirkan bidang lain di antara susunan bangunan, sekaligus memberi jeda pada pembacaan massa rumah.
Ruang peralihan ini dapat dipahami sebagai bagian dari urutan pengalaman. Penghuni melihat bidang bangunan, bagian terbuka, dan permukaan air dalam satu susunan. Pada foto area tinggal, kolam berada di dekat bidang kaca sehingga hubungan air dan ruang bersama dapat dibaca dari beberapa sisi. Batas ruang terbentuk melalui lantai, kaca, dan permukaan air.
Hubungan antara ruang bersama dan bagian terbuka juga menjadi bahan pembacaan pada AD House di Pluit. Pada EL House, bentuk kolam yang memanjang memberi karakter tersendiri pada ruang di antara dua massa. Perbandingan susunan ruang membantu melihat bahwa bagian kosong dapat memegang peran aktif dalam organisasi rumah.
Lapisan fasad membentuk kedalaman

Sayap kanan EL House diselubungi secondary skin bernuansa cokelat. Wahana Architects menjelaskannya sebagai lapisan pelindung sekaligus bagian ekspresi fasad. Bidang ini menambah tekstur dan kedalaman pada tampilan rumah, bersama susunan massa solid, bukaan, dan ruang peralihan.
Warna dan bayangan pada foto tidak cukup untuk memastikan jenis material lapisan tersebut. Pembacaan yang dapat dilakukan adalah melihat bagaimana bidang luar berhubungan dengan bukaan di belakangnya. Jarak antarlapisan dan perubahan sudut pandang membuat fasad hadir sebagai susunan beberapa bidang.
Bagi perancangan rumah, pendekatan berlapis membuka pembahasan tentang hubungan antara tampilan luar dan kegiatan di dalam. Tingkat keterbukaan perlu dipertimbangkan sesuai ruang yang dilayani, arah pandangan, serta kebutuhan penghuni. Dalam proyek ini, lapisan fasad merupakan bagian dari keseluruhan organisasi tersebut.
Denah membantu membaca skala dan hubungan ruang

Denah lantai pertama memperlihatkan ruang tinggal dan makan dalam rangkaian yang memanjang. Area dapur dan pantry berada di dekat ruang makan, sedangkan foyer menandai kedatangan dari bagian depan. Ruang layanan tersusun di salah satu sisi. Susunan ini memberi gambaran lebih jelas tentang hubungan kegiatan berkumpul, persiapan makanan, dan jalur pendukung rumah.
Perbedaan antara luas lahan 730 m² dan luas bangunan 1.158 m² juga perlu dibaca dengan tepat. Luas bangunan mencakup keseluruhan area yang dilaporkan dalam proyek, sehingga angka itu tidak dapat langsung digunakan sebagai luas tapak tertutup. Informasi tersebut membantu menjaga pembahasan skala rumah tetap sesuai data yang tersedia.
Proyek berada di Jakarta, Indonesia. Peta berikut menunjukkan konteks kota secara umum. Keterangan lokasi ini cukup untuk menempatkan rumah dalam lingkungan urban Jakarta, sementara pembacaan rancangan tetap bertumpu pada denah, foto, dan penjelasan arsitek.
EL House memperlihatkan bagaimana ruang berkumpul dapat mengarahkan rancangan rumah melalui pusat kegiatan bersama, jeda antarmassa, air, dan lapisan fasad. Penjelasan pada halaman resmi Wahana Architects menempatkan hubungan antarpengguna sebagai dasar proyek. Dengan membaca denah dan foto secara bersamaan, gagasan tersebut terlihat sebagai susunan ruang yang perlu dipahami melalui hubungan antarbagian rumah.
| Informasi proyek | Keterangan |
|---|---|
| Nama proyek | EL House |
| Lokasi | Jakarta, Indonesia |
| Arsitek | Wahana Architects |
| Arsitek utama | Rudy Kelana |
| Tim desain | Ruth Connie Rajagukguk; Gloria Gracia |
| Luas lahan | 730 m² |
| Luas bangunan | 1.158 m² |
| Kontraktor | HansLala Contractor |
| Susunan utama | Dua volume; ruang tinggal dan makan sebagai pusat; kolam refleksi linear |
| Dokumen gambar | Denah lantai pertama dari paket proyek |
| Tanggal rilis media | 29 Mei 2026; bukan pernyataan tanggal penyelesaian |
| Fotografi | Mario Wibowo, via v2com |
| Kredit denah | Wahana Architects, via v2com |








