
Casa Akina adalah rumah beton di Villa de Alvarez, Colima, Meksiko, karya Di Frenna Arquitectos yang selesai pada 30 Juli 2025. Luas bangunannya 497,5 m2, dan rumah ini tidak tampil mencolok dari jalan. Fasadnya tenang, tetapi pelan-pelan memperlihatkan cahaya, tanaman, dan sebuah void tengah yang menjadi pusat denahnya.
Colima di pesisir barat Meksiko beriklim hangat, jadi banyak solusi di rumah ini terasa dekat dengan kebutuhan hunian tropis di Indonesia: bukaan lebar, bayangan yang dalam, dan ruang luar yang ikut dipakai sehari-hari.
Beton, Batu, dan Roster dalam Satu Palet
Arsitek sengaja membatasi material pada rentang warna yang sama. Beton ekspos bekas bekisting papan, batu alam, dan breeze block (di Indonesia lebih dikenal sebagai roster) berbagi nuansa abu hangat, sehingga rumah terasa menyatu, bukan terdiri dari banyak lapisan berbeda.
Lantai batu, dinding beton, roster, hingga furnitur built-in seperti meja, rak, dan area pajang dirancang sebagai satu tubuh arsitektur. Cahaya matahari mengubah warna permukaannya sepanjang hari, dari abu-abu menjadi hangat, pucat, lalu nyaris keemasan. Rumahnya sendiri tidak berubah, yang berubah adalah cara kita merasakan waktu.
Halaman Dalam sebagai Jantung Rumah

Denah Casa Akina disusun sebagai rangkaian courtyard, teras, dan ruang transisi. Halaman pertama terbuka lewat beberapa lapisan: ruang tamu dan ruang makan perlahan mengarah ke sana, sementara tanaman muncul sebagai kehadiran yang dekat. Di titik ini rumah seolah bernapas, karena dalam dan luar saling bertemu di ambang yang sama.
Teras menjadi tempat berkumpulnya ruang-ruang lain. Bidang kaca besar berbingkai baja membuat batas dalam dan luar nyaris hilang, sehingga tanaman bukan sekadar latar, melainkan bagian dari kegiatan sehari-hari. Di dalam, kayu dipakai secukupnya pada pintu, furnitur, dan tekstil untuk melembutkan karakter beton yang dingin.

Cahaya yang Disaring Roster
Roster menentukan ritme hari di rumah ini. Ia menyaring dan memecah sinar matahari menjadi pola bayangan yang bergerak pelan melintasi dinding dan lantai. Pada jam tertentu, rumah dikenali dari siluet yang berpindah, bukan dari dekorasi.
Bagi pembaca di Indonesia, pola ini mudah dikenali. Roster dengan berbagai pola dan bahan sudah lazim di pasar lokal, dan fungsinya sama: membiarkan udara lewat sambil menahan silau dan menjaga privasi. Yang membedakan adalah ketelitian penempatannya, karena setiap bukaan di Casa Akina diposisikan untuk menangkap cahaya pada jam tertentu.

Di lantai atas, volume bangunan mundur dan membentuk teras-teras kecil yang mendekatkan setiap kamar tidur dan ruang kerja ke pepohonan. Privasi di sini lahir dari tanaman dan bukaan yang disaring, bukan dari dinding tertutup. Karena itu rumah ini terasa lebih sebagai bagian dari lingkungannya daripada sebuah objek yang berdiri sendiri.
Pelajaran untuk Rumah Tropis di Indonesia

Ada beberapa hal yang bisa dibawa pulang. Pertama, batasi palet material agar rumah terasa tenang, dan pakai roster bukan hanya sebagai hiasan, tetapi sebagai pengatur cahaya dan ventilasi alami. Kedua, jadikan halaman dalam atau teras sebagai pusat denah supaya udara dan cahaya masuk ke banyak ruangan. Ketiga, mundurkan massa lantai atas agar tercipta teras kecil yang teduh. Untuk contoh rumah tropis yang memanfaatkan bukaan dan kontur, baca juga Houseofhansan di Bantul.
Catatan: angka biaya tidak disebutkan dalam rilis, jadi pemilik rumah perlu menghitung sendiri anggaran beton ekspos dan batu alam sesuai harga lokal. Dengan Casa Akina, Di Frenna Arquitectos menunjukkan bahwa rumah beton tropis bisa hangat dan terasa nyaman bila cahaya, tanaman, dan material dirancang bersama.
| Fakta proyek | Casa Akina |
|---|---|
| Lokasi | Fraccionamiento Las Parotas, Villa de Alvarez, Colima, Meksiko |
| Arsitek | Di Frenna Arquitectos |
| Tim desain | Matia Di Frenna Muller, Omar Anguiano de la Rosa |
| Jenis bangunan | Rumah tinggal (residensial) |
| Luas bangunan | 497,5 m2 |
| Mulai konstruksi | 15 November 2023 |
| Selesai | 30 Juli 2025 |
| Material | Beton ekspos bekas bekisting papan, batu alam, breeze block, kayu, kaca, baja |
| Fotografer | Lorena Darquea |








