X
    Categories: Rumah

Rumah Minimalis 2 Lantai dengan Lebar 6 Meter

Townhouse yang memiliki lebar 6 meter ini, terletak di ujung deretan perumahan yang bagian depan nya merupakan bangunan yang sudah ada (existing), sedangkan bagian belakang merupakan bangunan tambahan. Volume bangunan diolah secara selektif, di beberapa sisi diolah dengan cara penambahan, di sisi lain melalui cara pengurangan, hal ini dilakukan untuk mengatur ukuran ruang, urutan ruang dan jarak antar ruang. Penggunaan kaca skylight, dinding jendela, dan sudut kaca diharapkan bisa memberikan cahaya alami secara optimal.

Bagian depan rumah minimalis ini diperpanjang dan diolah pada bagian sudutnya sehingga melahirkan teras depan yang tertutup, jendela sampul dan kamar mandi. Sedangkan pintu depan di rotasi agar tegak lurus ke jalan, hal ini dimaksudkan supaya pengunjung tidak langsung masuk ke volume utama.

Untuk membuka dinding yang berhadapan langsung dengan cahaya matahari, tangga digeser posisinya ke dinding pembatas ruang. Area tangga memiliki pencahayaan alami dari atas dengan mengggunakan skylight yang besar. Sudut-sudut ruang tamu dan ruang makan dirancang dengan memperbanyak bukaan agar cahaya lebih banyak masuk dan memperluas pandangan secara diagonal.

Area belakang diperpanjangan menjadi sekitar 4.5 meter yang diperuntukkan sebagai ruang dapur minimalis modern yang dilengkapi dengan panel kayu mahoni. Sebuah dek di belakang rumah dekat area dapur menggunakan material yang sama dengan material yang digunakan pada ruang interior.

Kamar tidur utama yang kedap udara berada di lantai atas, terletak di bagian depan dan terisolasi dari kebisingan rumah. Kamar ini menggunakan dua pintu saku paralel. Ruang ganti pakaian dengan bukaan lebar, kamar mandi yang diterangi cahaya alami dari atas serta dinding kaca yang menghadap ke barat membawa banyak cahaya alami masuk ke dalamnya. Di bagian belakang, jendela-jendela di area sudut memanfaatkan langit terbuka di belakang rumah sehingga cahaya bisa masuk dalam jumlah banyak ke kamar tidur anak-anak. Dan untuk menjaga suasana netral, material kayu ek (oak) putih dipilih untuk lantai, tangga dan rak dan kabinet di seluruh rumah.

Di kamar mandi, elemen ek (oak) dikombinasikan dengan ubin semen dan mosaik keramik warna biru dan putih. Di ruang bawah tanah, yang diperuntukkan sebagai ruang keluarga dan ruang penyimpanan peralatan, menggunakan material ubin vinil dalam pola grafis yang menarik secara visual. Di area luar dipilih material kayu cedar putih yang serasi dan terintegrasi dengan pagar yang memberi nuansa sudut persegi yang tajam. Sedangkan permainan persegi panjang abu-abu di sudut depan rumah menekankan pergeseran volumetrik di area fasad.

Data Proyek

Lokasi: Brooklyn, New York
Arsitek: BFDO Architects
Prinsipal: Alexandra Barker, AIA
Manajer Proyek: Ryan Griffin
Insinyur: Zaki Albanna
Proyek selesai: March 2017
Fotografer: Francis Dzikowski/OTTO

For more information: HTTP://www.barkerfreeman.com

Al Hilal :Lahir dan besar di Madura, Al Hilal lulus sekolah arsitektur setelah tujuh tahun belajar di sebuah istitut di Bandung. Dia mencintai Arsitektur sebagi seni dan teknologi, bagi dia dunia arsitektur memiliki medan magnet yang kuat yang selalu menarik jiwanya untuk larut dalam medan konduksinya. Mempublikasian karya-karya arsitektur dari seluruh dunia secara digital merupakan caranya untuk menikmati karya seni dan inovasi teknologi, sebuah cara untuk merangkul jiwanya yang ingin selalu bercengkrama dengan dunia arsitektur.